Disini tersedia info-info mengenai sepakbola termutakhir dan juga Rusia

Dengan sekali mengunjungi blog ini berarti anda telah menyumbangkan 1 Euro untuk fakir miskin di Zimbabwe hahaha

Minggu, 12 Februari 2012

Makanan Khas Rusia

Selama ini kita hanya mengenal Rusia melalui berita-berita tentang penolakan pencalonan Presiden ke tiga kalinya Vladimir Putin ataupun dari pemain sepakbolanya seperti Andrei Arshavin, Roman Pavlyuchenko, dan Alan Dzagoev. Tapi di balik itu ternyata ada pula kulinernya yang cukup istimewa karena biasanya selalu disajikan secara panas atau hangat mengingat Rusia memiliki iklim yang dingin, berikut ini kuliner khasnya:
1. Sup Shchi

Makanan ini adalah makanan yang paling dikenal di Rusia. Bahan dasarnya hanya kubis dan bawang bombay. Sup ini disukai karena tidak mengenal perbedaan kelas, kaya atau miskin. Orang Rusia mengenal ungkapan “Makanan kami adalah shchi dan kasha (bubur)” (Щи да каша – пища наша, Shchi da kasha pishcha nasha).
Makanan utama di Rusia di antaranya adalah roti, kentang, telur, daging, mentega, kubis, jamur, mentimun, dan bawang bombay. Daging berasal dari hewan ternak dan hewan hasil berburu. Semua makanan dimasak di dapur dan bukan di hadapan tamu. Sewaktu dihidangkan, makanan diletakkan di atas nampan perak.
Iklim dingin menyebabkan makanan dihidangkan di atas meja secara berurutan. Satu set hidangan dimulai dari hidangan pembuka (zakuski), sup, hidangan utama, dan hidangan penutup. Hidangan pembuka dapat berupa blini, kaviar, buah zaitun, ikan asap, selada, acar ikan atau sayuran, dan sauerkraut. Sup merupakan hidangan sebelum hidangan utama berupa daging (sapi, kambing, atau babi). Krim asam yang disebut smetana merupakan penyedap utama yang ditambahkan pada sup atau pelmeni.
Pengaruh Asia Tengah
Hidangan utama dalam makanan Rusia umumnya dimakan bersama roti. Menurut N.I. Kovalev, seorang sejarawan makanan Soviet, orang Rusia belajar membuat roti yang dikembangkan dengan ragi dari suku nomadik Scythia asal Asia Tengah yang berkuasa di Rusia bagian selatan selama lebih dari 300 tahun sejak abad ke-7 SM. Pengaruh lain dari Asia Tengah adalah minuman fermentasi susu kuda yang disebut kumis. Nilai gizi minuman ini sudah diketahui sejak zaman kuno oleh orang Asia, terutama orang Kazakhstan, Kirgiztan, Bashkir.
Pengaruh Asia Timur
Perdagangan Rusia dengan Konstantinopel sejak tahun 945 membawa serta beras, dan rempah-rempahcengkeh dan merica. Invasi Mongol membuka kembali Jalur Sutra ke Tiongkok, dan membawa serta rempah-rempah baru. Beberapa di antaranya seperti kuma-kuma dan kayu manis menjadi bumbu penting dalam masakan Rusia. seperti
Teknik fermentasi kubis dipelajari orang Tatar dari Tiongkok, dan dipakai untuk membuat untuk sauerkraut. Kubis sudah sejak lama dikenal orang Eropa Utara, tapi orang Rusia belum tahu cara mengawetkannya dengan garam atau air garam. Sekarang, sauerkraut menjadi salah satu hidangan penting di Eropa Utara dan Eropa Tengah.
Pengaruh masakan Perancis
Pada awal abad ke-18, tsar Peter yang Agung mengizinkan masuknya peradaban Barat ke Rusia sehingga masakan Jerman, Belanda, dan Swedia mulai menjadi hidangan di istana kaisar. Kalangan bangsawan mulai mendatangkan juru masak Eropa terutama dari Perancis.[3]
Koki imigran asal Perancis bekerja di rumah keluarga kaya, khususnya kalangan bangsawan sepanjang abad ke-18 dan abad ke-19. Mereka memasukkan pengaruh masakan Perancis ke dalam menu hidangan masyarakat kalangan atas.[2] Berbeda dari sup Perancis yang dibuat dari kaldu bening dan sayuran yang dihaluskan, sup Rusia dulunya hanya kental dan mengenyangkan. Di Rusia, koki Perancis menggunakan teknik pembuatan sup dari Perancis untuk memperbaiki resep-resep sup tradisional Rusia seperti shchi. Masakan Perancis juga menambah ragam saus dan hidangan penutup dalam masakan Rusia.
Makanan utama sebagian besar petani adalah serealia dan sayuran yang dibuat beraneka macam bubur dan sup. Sup tradisional seperti shchi, borscht, ukha, rassolnik, solyanka, botvinya, okroshka, dan turya (okroshka berisi roti) berasal dari masakan petani di Rusia.

Blini                                    Borscht
Jenis-jenis sup tradisional:
  • Sup dingin dari kvass untuk makanan musim panas: okroshka, turya, dan botvinya
  • Sup encer dan setup dari sayuran
  • Sup berisi mi, daging, jamur, dan susu: lapsha
  • Sup berisi kubis yang dihidangkan panas: shchi
  • Sup kental dari kaldu daging dan acar sayuran: rassolnik dan solyanka
  • Sup encer berisi ikan dan sedikit sayuran (kentang): ukha
Sumber: blog dan wikipedia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar